PALING BARU

Rapat Dinas Penyuluh Kab Bekasi


Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu..Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai..Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. . Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari..

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

13.46 | Posted in , | Read More »

Berita Kegiatan Babelan


jhsjdhsj jgjsdg jhjs jhj

13.41 | Posted in , | Read More »

Para Pemimpin Lembaga Negara Sepakat untuk Merevitalisasi Pancasila


Hal itu mengemuka saat diskusi yang berlangsung di gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu malam (25/5). Diskusi menghadirkan pembicara, Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan Ketua MK RI Mahfud MD selaku tuan rumah.

Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, pada pertemuan para pemimpin lembaga negara Selasa 24 Mei 2011 yang lalu di gedung MK, para pemimpin lembaga negara mengemukakan keresahannya, karena menangkap gejala semakin memudarnya roh pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Banyak sekali kekerasan horizontal di masyarakat, munculnya radikalisme, bahkan demokrasi sekarang hanya diartikan sebagai prosedural dan tidak mengandung hikmah kebijaksaan, serta munculnya sikap in-toleran di kalangan masyarakat,” ungkap Mahfud menjelaskan.

Mahfud mengungkapkan, para pemimpin lembaga negara telah bersepakat untuk segera melakukan upaya revitalisasi pancasila dan mengembalikan roh pancasila ke dalam kehidupan bangsa Indonesia, dengan melakukan langkah-langkah TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif).

Ketua MPR RI Taufik Kiemas mengatakan, menurut UU No. 27 Tahun 2009, MPR ditugaskan untuk melakukan sosialisasi terhadap 4 pilar bangsa, yakni pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tetapi dalam perjalanannya, 692 orang anggota MPR kewalahan jika harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang luas ini. “Saat bertemu presiden saya ungkapkan, MPR tidak mampu jalan sendirian, dan saya minta pemerintah agar dapat membantu,” ujar Taufik. Ketua MPR menambahkan pancasila sebagai jatidiri bangsa harus dikembalikan kepada khittohnya.

Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, nilai-nilai luhur pancasila yang merupakan nilai dasar bangsa Indonesia dirasa mulai luntur akhir-akhir ini. Sependapat dengan Ketua MK, Marzuki mengatakan bahwa langkah-langkah revitalisasi pancasila harus terstruktur, sistematis, dan masif. Untuk melaksanakan revitalisasi pancasila, para pemimpin lembaga negara mengusulkan pembentukan institusi baru berupa badan atau lembaga yang independen. ”Tetapi kita tidak ingin lembaga itu seperti jaman orde baru dulu (BP7) yang sangat tertutup,” tegas Ketua DPR. Marzuki berpendapat, pada masa orde baru pancasila menjadi sesuatu yang sangat sakral, tidak dinamis, dan menutup ruang dialog.

Terkait fungsi DPR, Marzuki memaparkan, dalam setiap proses legislasi, budgeting (anggaran), dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota DPR harus mengandung nilai-nilai pancasila, dan mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan rakyat Indonesia. Jika semua anggota DPR mempraktekkan nilai-nilai pancasila, terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa pasti akan menghasilkan output yang baik. “Siapapun yang menjalankan agamanya dengan baik, pasti akan amanah dan bekerja dengan baik,” tegas Marzuki.

Diskusi yang ditayangkan secara langsung oleh stasiun TV swasta ini dihadiri menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, para Hakim Konstitusi, Sekjen MK RI, dan beberapa pejabat eselon pada lembaga-lembaga negara. Di sela-sela diskusi, Penyair senior Taufik Ismail sempat membacakan puisinya yang berjudul “Sekarang kita teringat pancasila”. (Rn.Tvp) foto:parle

11.27 | Posted in , | Read More »

Kemenag Siap Mengimplementasikan UU No. 14 Th 2008


BOGOR -- Data dan informasi menjadi kebutuhan yang dasar dalam pengambilan kebijakan. Demikian ungkapan Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (Pinmas) Kementerian Agama RI, Drs. Zubaidi, M.Ed, dalam pembukaan Workshop Penyempurnaan Katalog Data Kementerian Agama, di Hotel Ria Diani Puncak Cibogo Mega Mendung Kab. Bogor, Rabu (18/05).

Zubaidi menutur bahwa data dan informasi menjadi hal terpenting, terutama dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kementerian Agama menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi rencana strategis yang ingin dicapai Kementerian Agama yaitu terbangunnya E-Government dalam efektivitas pelayanan yang baik, terbangunnya sistem informasi dan komunikasi yang baik dan terbangunnya citra positif yang baik. Menurut Zubaidi, hal tersebut menuntut pengolahan data dan informasi yang baik untuk melayani kebutuhan informasi kepada publik. Sebagai bagian dari badan publik, Kementerian Agama dituntut memberikan data dengan akuntabel, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 14 Th 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, tambahnya.

Workshop Penyempurnaan Katalog Data Kementerian Agama merupakan bagian dari persiapan pengimplementasian UU No. 14 Th 2008. Ketua Panitia yang juga Kabid Pengembangan dan Analisis Data Keagamaan Pinmas Kemenag RI, Drs. Afrizal Zein, M.Si, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menyempurnakan katalog data Kementerian Agama dan menyusun daftar informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Agama dalam rangka implementasi UU No. 14 Th 2008.

Sementara itu, berkaitan dengan pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 14 Th 2008, Afrizal mengatakan saat ini Kemenag tengah merancang pembentukan PPID. Diharapkan dalam waktu dekat PPID dapat terbentuk baik tingkatan pusat, Kanwil, Kab./Kota maupun hingga KUA, tambahnya.

Berlangsung selama tiga hari (18-20/05), acara tersebut diikuti oleh 59 peserta yang berasal dari tingkatan Direktorat Jenderal di lingkungan Kemenag RI, Inspektorat jenderal, Pusdiklat, Kanwil DKI, Banten dan Jawa Barat, serta perwakilan Madrasah dan KUA di tiga provinsi tersebut. Dalam acara tersebut, para peserta mendiskusikan katalog data Kementerian Agama dan menyusun daftar informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Agama. Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Drs. Erlangga Masdiana, M.Si, Direktur Layanan Informasi Internasional, Direktorat Jenderal Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan H.Ramly Amin Simbolon, Anggota Komisi Informasi Pusat, Bidang Penyelesaian Sengketa.

REPORTASE : TRI BUDIONO

11.09 | Posted in , | Read More »

Di Tengah Bencana Dahsyat, Warga Jepang Tetap Tertib


Jakarta - Dunia berdecak kagum dengan mentalitas masyarakat Jepang. Di saat terjadi bencana gempa dan tsunami yang mematikan, mereka tetap mengantre dengan tertib di supermarket untuk mendapatkan bahan makanan. Tidak ada rebutan, tidak ada kerusuhan!

Rupanya tidak hanya di supermarket saja suasana ketertiban di tengah bencana itu terlihat pada masyarakat negeri sakura. Ketika gempa baru saja terjadi, lalu lintas macet total. Namun, penduduk Jepang tetap bersikap tenang menghadapinya.

"Lalu lintas bagai di neraka dan sering kali hanya satu mobil dapat berjalan ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Tapi semua begitu tenang dan mengemudi dengan aman dan memberikan jalan kepada satu sama lain," ucap salah salah satu pengendara, Arakawa.

Arakawa mengucapkan hal itu melalui akun twitter, yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang translator bernama Aya Watanabe (@vida_es_bella). Watanabe menghimpun beberapa tweet para korban gempa yang menunjukkan ketertiban dan rasa kesetiakawanan warga Jepang.

Masih di jalan raya, seorang pengguna jalan lain mengatakan, ia mengemudi selama 10 jam untuk pulang ke rumah saat gempa menghentak pada Jumat sore, 11 Maret lalu. Lalu lintas sangat padat. Namun, ia tidak mendengar bunyi klakson sekali pun.

"Yang terdengar hanyalah ucapan terima kasih antara satu sama lain, karena telah diberi jalan," katanya.

Sikap tetap tertib dan tidak emosional juga terlihat di stasiun-staiun kereta api. Seperti diberitakan, ketiga gempa terjadi, jaringan KA Tokyo Metro sempat menghentikan operasinya dengan alasan keselamatan penumpang.

Banyak penumpang yang terlantar di stasiun. Namun, mereka tetap menunggu dengan sabar sampai KA dapat beroperasi kembali. Para penumpang juga senang dengan cara petugas KA yang tetap melayani mereka dengan senyuman.

Seorang warga Jepang yang ingin menempuh perjalanan dari Oedo menuju Hikari Gaoka mengatakan, stasiun sangat penuh dengan penumpang. Sampai-sampai ada penumpang yang menunggu di luar gerbang tiket. Akan tetapi, semua tertib dan mengikuti arahan petugas stasiun.

"Kami membentuk garis sempurna. Tidak ada tali partisi. Tapi kami memberikan ruang untuk orang lain berjalan. Semua orang mengikuti petunjuk yang diberikan oleh staf stasiun. Ketenangan ini sangat mutlak dan nyata. Saya kagum dengan kekuatan mental orang-orang ini," kata dia.

Bagaimana dengan di Indonesia?

(irw/nrl)

* Sumber: www.detik.com

10.51 | Posted in , , , | Read More »

Pembinaan Kerukunan Umat Beragama di Kecamatan Serang Baru


Pemerintah kecamatan Serang Baru senantiasa berusaha menjaga dan meningkatakan kualitas kerukunan hidup umat beragama di wilayahnya. Bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, pada hari Rabu (14/3) bertempat di aula kantor kecamatan digelar acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menetri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadat.

Hadir dari pihak FKUB, Mumu Imamuddin (Wakil Sekertaris) dan Anton Tjahyo Lukito (Anggota Unsur Katholik). Acara juga dihadiri oleh Kapolsek Serang Baru Sudiyono, Komandan Bakor Serang Baru Agus dan kepala KUA Serang Baru Dede Suhono.

10.44 | Posted in , | Read More »

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added